Kaya Hati Meski Tak Kaya Harta

Di siang yang panas dan terik ini, ada seorang anak perempuan sedang membantu ibunya berjualan es kelapa muda di sebuah warung di pinggir jalan.

Ia nampak masih menggunakan rok seragam sekolah dasar dan kaos kasual. Aku hampir sering mampir kesana, apalagi saat cuaca sangat terik seperti ini.

Aku menghampirinya, “halo dik, sudah pulang sekolah ya?”

“Sudah kak,” jawabnya sambil senyum manis dan ramah, “kakak juga baru pulang kuliah?”

Continue reading “Kaya Hati Meski Tak Kaya Harta”

Teror Sempak Sobek #KKNStory 

Gue bersyukur akhirnya salah satu keinginan gue buat live in di pelosok desa akhirnya kesampean. Sebab kecintaan gue sama keheningan tengah hutan dan suasana damai di desa udah gak bisa ditahan lagi meskipun terasa berat sebab harus LDR sementara ama si mas tunangan selama 3 minggu.

Hari pertama ini diawali kegiatan formalitas upacara lah serah terima lah dan blablabla kemudian kami berangkat ke lokasi kecamatan dengan naik bis kampus bagi yang cewe, dan bagi yang cowo naik motor.

Ceritanya langsung aja kami sampe di rumah lokasi kami tinggal. Setelah pembagian kamar, satu kamar cewe di isi 3 cewe dan satu kamar lain di isi 3 cowo, tiap kelompok ada 6 anggota, kami langsung bebersih badan dan menata isi koper ke lemari kamar, lalu Nike dan Vani, teman sekamar gue, istirahat rebahan diatas kasur, sedangkan gue ngobrol-curcol sama ibu tuan rumah, abis itu gue ke kamar mandi. 

Setelah gue keluar dari kamar mandi, disinilah awal cerita drama ini dimulai…

Continue reading “Teror Sempak Sobek #KKNStory “

Rasanya Jadi Orang yang Selalu Dimanfaatkan; Antara Kesal atau Kesediaan Memaafkan

Bertahun-tahun bersama, menjalani suka duka bersama. Segala kondisi susah senang ditanggung bersama. Meraih cita-cita bersama. Udah tinggal yes aja nih buat nentuin tanggal pernikahan. Eh ketika dia udah sukses dan punya duit lebih banyak duluan, kamu dibuang gitu aja! Sakit banget nggak sih? Sakit lah! Jahat banget kan dia? Jahat!

Continue reading “Rasanya Jadi Orang yang Selalu Dimanfaatkan; Antara Kesal atau Kesediaan Memaafkan”