Teror Sempak Sobek #KKNStory 

Gue bersyukur akhirnya salah satu keinginan gue buat live in di pelosok desa akhirnya kesampean. Sebab kecintaan gue sama keheningan tengah hutan dan suasana damai di desa udah gak bisa ditahan lagi meskipun terasa berat sebab harus LDR sementara ama si mas tunangan selama 3 minggu.

Hari pertama ini diawali kegiatan formalitas upacara lah serah terima lah dan blablabla kemudian kami berangkat ke lokasi kecamatan dengan naik bis kampus bagi yang cewe, dan bagi yang cowo naik motor.

Ceritanya langsung aja kami sampe di rumah lokasi kami tinggal. Setelah pembagian kamar, satu kamar cewe di isi 3 cewe dan satu kamar lain di isi 3 cowo, tiap kelompok ada 6 anggota, kami langsung bebersih badan dan menata isi koper ke lemari kamar, lalu Nike dan Vani, teman sekamar gue, istirahat rebahan diatas kasur, sedangkan gue ngobrol-curcol sama ibu tuan rumah, abis itu gue ke kamar mandi. 

Setelah gue keluar dari kamar mandi, disinilah awal cerita drama ini dimulai…

Continue reading “Teror Sempak Sobek #KKNStory “

Advertisements

Rasanya Jadi Orang yang Selalu Dimanfaatkan; Antara Kesal atau Kesediaan Memaafkan

Bertahun-tahun bersama, menjalani suka duka bersama. Segala kondisi susah senang ditanggung bersama. Meraih cita-cita bersama. Udah tinggal yes aja nih buat nentuin tanggal pernikahan. Eh ketika dia udah sukses dan punya duit lebih banyak duluan, kamu dibuang gitu aja! Sakit banget nggak sih? Sakit lah! Jahat banget kan dia? Jahat!

Continue reading “Rasanya Jadi Orang yang Selalu Dimanfaatkan; Antara Kesal atau Kesediaan Memaafkan”

Tulisanku Jelek

6 Februari 2014

Tulisanku jelek, ya, sangatlah jelek. Tak terbaca makhluk nyata maupun fana sekalipun. Tak terpahami dari iblis hingga malaikat. Kata-kataku hanyalah umpatan sang psikopat. Diksiku rumit dan susah tercerna oleh otak-otak jongos. Otak-otak budak. Otak-otak yang hanya mau dijajah, dijajah formalitas dengan alibi masa perjuangan meski darah terkuras. Terjajah tiga setengah abad belum puas.

Aku lah sang sekuler, pemilik tulisan terjelek. Dunia hanya kesenangan dan kemudahan. Kesulitan hanya milik budak dan bodoh. Aku lah sang jiwa muda, ingin selalu menang meski para tua menghadang. Aku lah sang bara, penyeru berbagai konsep idealis yang diinjak, pelantang inovasi yang diludahi dan pejuang apresiasi yang dikafani.

Jelek memang wahai diri pecundang, yang berdiri tegak lantang didepan banyak massa tapi menangis dipelukan kekasih tak halal ketika ranjau keluar dari mulut sang tua. Menari sambil menginjak semua yang berpeluh demi kejayaanku. Kejayaan yang jelek dan rapuh.

Melalui tulisanku yang jelek ini, aku berkata jelek, masa lalu yang jelek, mantan kekasih yang jelek, teman-teman yang jelek, sang tua yang jelek, semuanya jelek, kecuali pencipta-Ku. Munafik bagi yang berkata tiada yang jelek didunia ini karena Dia menciptakan baik-buruk, bagus-jelek. Dan aku lah sumber kejelekan. Perjuangan yang jelek, keringat yang jelek. Yang bagus hanya kalian, kalian kalian dan kalian. Biarlah aku saja yang jelek. Asalkan otot jelek wajahmu tergerak menertawai kejelekanku. Ini adalah tulisan terjelek sepanjang masa hidupku.