poems

Balada Wanita

IMG_20170912_213913_852.jpg

Hai wanita yang wani ditata (berani diatur)

Sudah minum jamu?

Continue reading “Balada Wanita”

Advertisements
poems

Tulisanku Jelek

6 Februari 2014

Tulisanku jelek, ya, sangatlah jelek. Tak terbaca makhluk nyata maupun fana sekalipun. Tak terpahami dari iblis hingga malaikat. Kata-kataku hanyalah umpatan sang psikopat. Diksiku rumit dan susah tercerna oleh otak-otak jongos. Otak-otak budak. Otak-otak yang hanya mau dijajah, dijajah formalitas dengan alibi masa perjuangan meski darah terkuras. Terjajah tiga setengah abad belum puas.

Aku lah sang sekuler, pemilik tulisan terjelek. Dunia hanya kesenangan dan kemudahan. Kesulitan hanya milik budak dan bodoh. Aku lah sang jiwa muda, ingin selalu menang meski para tua menghadang. Aku lah sang bara, penyeru berbagai konsep idealis yang diinjak, pelantang inovasi yang diludahi dan pejuang apresiasi yang dikafani.

Jelek memang wahai diri pecundang, yang berdiri tegak lantang didepan banyak massa tapi menangis dipelukan kekasih tak halal ketika ranjau keluar dari mulut sang tua. Menari sambil menginjak semua yang berpeluh demi kejayaanku. Kejayaan yang jelek dan rapuh.

Melalui tulisanku yang jelek ini, aku berkata jelek, masa lalu yang jelek, mantan kekasih yang jelek, teman-teman yang jelek, sang tua yang jelek, semuanya jelek, kecuali pencipta-Ku. Munafik bagi yang berkata tiada yang jelek didunia ini karena Dia menciptakan baik-buruk, bagus-jelek. Dan aku lah sumber kejelekan. Perjuangan yang jelek, keringat yang jelek. Yang bagus hanya kalian, kalian kalian dan kalian. Biarlah aku saja yang jelek. Asalkan otot jelek wajahmu tergerak menertawai kejelekanku. Ini adalah tulisan terjelek sepanjang masa hidupku.