Cara Membahagiakan Bayi

Hai mom, memiliki anak adalah anugerah luar biasa dari Yang Maha Kuasa bukan? Maka kita sebagai orang tua jangan sampai mengecewakan atau bahkan meninggalkannya barang satu detik pun.

Meninggalkan bayi selain menjadi dosa besar yang akan dipertanggungjawabkan di akhirat nanti, juga akan mengganggu perkembangan anak. Sebab anak lahir ke dunia juga karena kehendak orang tua, anak lahir tidak tahu apa-apa, maka sepantasnya sebagai orang tua maupun saudara juga sama-sama memiliki tanggung jawab sosial untuk menciptakan dunia yang baik untuk manusia baru ini.

Nah kali ini aku mau share berdasarkan pengalamanku, hal apa saja yang membuat si bayi imut ini merasa bahagia. Sebab kebahagiaan juga menentukan kecerdasan seorang anak.

Sekali lagi aku hanya berbagi sesuai pengalamanku ya mom, tidak berniat menggurui, kalo ada yang salah, kurang atau mom mau menambahi boleh-boleh saja kok, silakan tinggalkan komentar setelah ini ya!

1. Tersenyum dan tertawa dengan tulus

Berikan senyum dan tawa yang tulus sehingga kehangatan akan terpancar dari auramu. Bayi itu manusia berperasaan yang paling sensitif dan peka, dia tahu dan bisa merasakan siapa-siapa saja yang memberikan senyum dan tawa palsu padanya, dengan begitu biasanya dia tidak begitu merespon sapaanmu, atau kadang merespon ala kadarnya saja.

2. Ajak bermain dan berinteraksi

Dibanding mainan yang banyak, bayi lebih senang diajak bermain langsung dengan orang tuanya, keluarga atau teman-temannya, karena bayi aka merasa lebih diperhatikan dan lebih merasa disayang. Namun bukan berarti tidak butuh mainan sama sekali karena mainan menstimulasi perkembangan kemampuan otak bayi dalam mengeksplorasi.

3. Jangan langsung memeluk dan menggendongnya

Sama seperti kita orang dewasa, tidak mungkin kita akan begitu saja menerima kedatangan orang lain yang langsung memeluk kita. Kita harus tahu dan kenal dulu siapa yang kita hadapi. Begitupun bayi, bayi juga punya otoritas penuh atas tubuh dan jiwanya. Sehingga jangan mekasakan sesuatu yang di tidak mau dan meminta ijinlah padanya jika ingin menyentuhnya. Jangan jadi kunyuk tolol yang tiba-tiba menggendong bayi, mencium dan memisahkan dari orang tuanya sampai dia menangis! Bisa dihajar nanti karena itu bisa menimbulkan trauma!

Setidaknya sapa dulu dan buat dia mengamati dan mengenali kita dulu, jika bayi menunjukkan respon positif barulah kita ajak dia untuk kita gendong. Menggendong pun juga harus minta ijin si bayi loh, dia mau atau tidak. Jika tidak mau jangan dipaksa. Karena tidak semua bayi nyaman dengan aura kita. Jadi jangan sekali-sekali menggendong bayi ketika dalam keadaan emosi yang sedang memuncak.

4. Puji pencapaiannya

Bayi sangat senang apabila orang tuanya memuji pencapaian kecilnya, seperti berhasil membuka botol, berhasil menyusun balok atau berhasil berlari sampai finish. Ini akan membentuk harga diri sehingga ia tumbuh menjadi anak yang percaya diri.

5. Mengkondisikan suasana yang aman, nyaman dan tenang

Aku pernah baca di banyak artikel hehe maaf lupa sumbernya, bahwa suasana tenang dan sunyi dibutuhkan oleh manusia untuk men-generate sel-sel otak yang baru. Sehingga pikiran lebih segar dan sehat. Apalagi bayi yang sedang dalam masa pertumbuhan, butuh sekali waktu tidur yang cukup, dan saat tidur tenang lah sel-sel pada tubuhnya berkembang dan mendukung pertumbuhannya dengan baik.

6. Berikan pelukan intensif selama 20 detik setiap pagi dan menjelang tidur

Ini penting banget untuk menyusun koneksi yang utuh antara anak dan orang tua. Karena 10 detik pertama itu pelukan sayang dan 10 detik terakhir itu pelukan yang dalam dan akan membekas di alam bawah sadar. Maka merugilah kalian para orang tua yang melewatkan kelekatan ini.

7. Peduli pada nasib dan masa depannya

Setelah menjadi ibu, saya kemudian sadar bahwa kebutuhan dasar manusia hanya ada 2, yaitu: cinta dan kasih sayang. Dan keduanya diwujudkan dalam bentuk perhatian, kehadiran dan kesabaran. Tidak hanya itu, bayi juga butuh kehidupan untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. Dengan mengkondisikan kedua orang tuanya agar tetap rukun, mengkondisikan lingkungannya agar basics needs dan psychological needs-nya terpenuhi sehingga bayi dapat tumbuh dan mampu mngaktualisasi diri dengan baik sehingga ia akan menjadi anak yang berprestasi di kemudian hari.

Dan ternyata bayi ini sense-nya kuat banget, dia bisa merasa siapa orang yang sayang tulus dan peduli pada nasibnya, siapa yang tidak peduli padanya. Bayi akan menunjukkan ekspresi yang gamblang dan bahkan “niteni”. Sehingga ketika dia semakin beranjak dewasa, dia akan selalu ingat.

8. Perlakukan baik ibunya

Ini yang saya takjub sama bayi saya. Dia ini bisa niteni orang yang sayang dan baik sama ibunya, dan mana yang bukan. Mungkin karena saya single mom, jadi anak saya sense melindunginya sangat kuat. Kalo ketemu orang yang ibunya gak suka, atau berlaku ga baik didepannya dan ibu, dia akan sama sekali tidak peduli dengan orang itu. Mau dia di rayu sejuta kali, kalo ibunya ga sreg, dia ga akan respon baik.

Nah demikian sharing dari aku, semoga bermanfaat ya moms! Terimakasih.

Author: Ochabi

An Ambivert Libra; Blessed Single Mom; Writer; Entrepreneur; Data Engineer

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s