Bayi Demam dan Masuk Angin, Redakan Pakai Bawang Merah

Setiap mom yang memiliki anak pasti pernah mengalami anak terkena demam, masuk angin, batuk atau flu. Aku pun. Dan itu selalu membuat anak bayi menjadi sangat rewel, tidak bisa tidur dan menangis terus, tak jarang membuat mom sedih, panik, pusing dan merasa kalo mom aja yang sakit jangan anaknya. Saking ga teganya, betul kan?

Untuk meringankan hal tersebut, salah satu benda ajaib yang wajib kupunya ketika memiliki bayi adalah bawang merah!

Kenapa bawang merah?
Bayi dengan daya tahan tubuh yang masih dalam tahap pertumbuhan, biasanya mudah mengalami masuk angin, demam atau flu. Pertolongan pertama yang biasa aku berikan selain memberikan obat dari apotek adalah dengan membalurkan parutan bawang merah yang dicampur dengan minyak telon ke seluruh tubuh bayi. Selain memberikan rasa hangat dan nyaman pada tubuh bayi, juga bisa menurunkan demam.

Kok bisa ya?
Bawang merah terbukti ampuh menurunkan demam pada bayi dan anak balita karena kandungan flavonoid yang berfungsi sebagai anti radang dan menurunkan demam. Selain itu kandungan lain seperti sikloaliin, kaemferol dan minyak atsiri sangat efektif menurunkan suhu panas saat demam bayi dan anak balita.
Tapi pada orang dewasa juga bisa kok. Selain dibalurkan pada tubuh yang terasa demam atau masuk angin, biasanya aku makan bawang merah mentah tapi dicampur dengan kecap dan irisan cabe, dimakan pake tempe dan nasi panas, hehe sedap!

Bawang merah juga mengandung vitamin C, kalium, serat, dan asam folat. Selain itu, bawang merah juga mengandung kalsium dan zat besi. Bawang merah juga mengandung zat pengatur tumbuh alami berupa hormon auksin dan giberelin. Kegunaan lain bawang merah adalah sebagai obat tradisional, bawang merah dikenal sebagai obat karena mengandung efek antiseptik dan senyawa alliin. Senyawa alliin oleh enzim alliinase selanjutnya diubah menjadi asam piruvat, amonia, dan alliisin sebagai anti mikoba yang bersifat bakterisida.


Lalu kenapa ya mata kita mengeluarkan air mata ketika mengiris bawang merah?

Senyawa sin-propanatial-S-oksida (syn-propanethial-S-oxide) yang terbentuk akibat jaringan bawang merah diiris menyebabkan mata manusia mengeluarkan air mata. Pembentukannya terpicu oleh dilepaskannya enzim lachrymatory-factor synthaseketika jaringan tubuh tanaman dilukai. Enzim ini akan mengubah asam-asam amino sulfoksida (mengandung oksida belerang) menjadi asam sulfenat yang tidak stabil. Salah satu senyawa yang terbentuk dari asam sulfenat adalah sin-propanatial-S-oksida, yang kemudian menyebar ke udara. Kelenjar air mata akan terangsang oleh senyawa ini dan memicu keluarnya air mata.

Selain manfaat yang sudah kusebutkan diatas, bawang merah juga dapat diolah menjadi bawang goreng, bawang merah dapat juga dapat bermanfaat sebagai obat yaitu untuk mengobati maag, masuk angin, menurunkan kadar gula dalam darah, menurunkan kolesterol, sebagai obat kencing manis (diabetes melitus), memperlancar pernafasan dan memperlancar aliran darah karena bawang merah dapat menghambat penimbunan trombosit dan meningkatkan aktivitas fibrinotik.

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s