4 Tahun Indonesia Kreatif, Kita Sudah Ikut Kontribusi Sejauh Apa?

Indonesia adalah negara besar yang kaya raya dengan beribu pulau dan sekitar 1360 suku bangsa yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Sebagai warga negara kita harusnya bangga dong, ga hanya sumber daya alam yang kaya tapi sumber daya manusianya yang punya banyak potensi menjadi generasi yang menjadikan Indonesia negara yang adidaya karena memiliki industri kreatif dan inovatif dalam berkarya.

Foto dulu ea

Aku beruntung hari ini mendapat undangan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI untuk menghadiri acara Flash Blogging dalam rangka “4 tahun Indonesia Kreatif”. Ini adalah kali kedua aku hadir di acara Flash Blogging yang diselenggarakan oleh Kominfo, hanya bedanya, acara yang sebelumnya fokus pada kemajuan infrastruktur Indonesia. Sedangkan kali ini ada angin segar tentang berita kemajuan kreatifitas di negeri kita.

Acara diawali oleh Ibu Rosarita Niken Widyastuti dari Direktorat Jenderal Komunikasi dan Informatika yang sekaligus membuka acara pada hari ini.

Ibu Rosarita menyampaikan sharing mengenai kemajuan pembangunan
Ibu Rosarita menyampaikan materi pertama

Beliau menyampaikan bahwa rangkaian acara ini juga sebagai momen bertemunya pemerintah (Kemkominfo) dengan stakeholder, salah satunya adalah Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) termasuk diantaranya para blogger. Kita tahu kalau sekarang ini arus informasi begitu derasnya baik yang berisi konten positif maupun konten negatif. Blogger dapat memiliki peran penting dalam deseminasi informasi dengan memiliki etika penulisan dan penyebaran informasi yang baik di dunia digital. Harapan ke depan, para blogger memiliki kontribusi lebih dalam menyebarkan informasi positif dan mendukung kemajuan Indonesia tak hanya di bidang teknologi saja.

Pembangunan Nawacita Jokowi JK bukan Jawasentris tapi Indonesiasentris, terbukti pada pembangunan yang digencarkan pada daerah-daerah selain pulau Jawa. Memang dampaknya tidak langsung, namun dengan adanya jalan-jalan ini, produk-produk dari desa seperti kerajinan dan pertanian dapat dengan mudah dijangkau.

Dalam materi ini beliau juga menyampaikan Etika Dunia Cyber, yaitu:

  1. Responsibility, apa yang kita bagikan di dunia maya, sepatutnya harus dapat dipertanggungjawankan, sebab apa yang kita bagi sudah menjadi milik publik dan mempengaruhi pikiran publik dan membacanya, pastikan memberikan efek yang baik.
  2. Empathy, pastikan yang kita posting tidak menyinggung pihak manapun dan tidak menyinggung SARA, sebab kita sudah paham dulu perasaan orang lain apa bila disinggung sesuatu hal yang sensitif bagi mereka.
  3. Authentic, pastikan apa yang kita tulis benar-benar asli dari yang apa kita lihat, dengar dan rasakan pada kondisi itu juga. Apabila tidak, pastikan cantumkan sumbernya ya.

Selain itu dampak internet dan dunia digital, dengan lebih banyak masuknya internet ke daerah-daerah, UMKM daerah bisa berkembang memasarkan produknya melalui internet, salah satunya melalui program UMKM GO ONLINE.

Dibidang startup pemerintah juga memberikan perhatian dalam bentuk program startup inkubator agar anak-anak muda yang kreatif dapat menyalurkan kemampuannya di bidang startup. Melalui program 1000 Startup ini, banyak muncul berbagai macam startup yang menyelesaikan banyak masalah di berbagai aspek kehidupan. Suksesnya program ini disambut dengan masuknya 5 startup unicorn dari Indonesia yang memiliki valuasi hingga 1 Milyar Dolar Amerika.

Dan yang menarik, Kominfo pada tahun 2019 akan menyediakan beasiswa bagi 20.000 generasi milenial, termasuk dalam bidang Cloud Computing, Business Development dan Artificial Intelligence.

Indonesia akan menjadi negara terbesar ke 5 bila kondisi sumber daya di optimalkan dengam baik. Menjaga kondisi dunia maya tetap kondusif dengan mencegah adanya berita hoax dan isu kebencian yang dapat memecah belah masyarakat Indonesia. Contohnya seperti saham Freeport yang dengan kerja kerasnya pemerintah, sekarang kita sudah bisa meraih 51% sahamnya, namun bukannya bersyukur malah masih aja nyinyir.

Bapak Handoko menyampaikan materi kedua

Sesi kedua disampaikan oleh Bapak Handoko Sudarta dari Tim Komunikasi Presiden (TKP). Beliau menyampaikan mengenai kemajuan kreativitas bangsa Indonesia dalam 4 tahun terakhir, dengan membuat 6 jenis klasifikasi masyarakat Indonesia dalam judul “Kamu Ingin Jadi Apa?”:

  1. Peduli (Relawan)
  2. Kreator (Start-up dan Musisi/Seniman)
  3. Eksplorer (Traveller dan Pecinta Alam)
  4. Cendekiawan (Orang-orang yang berkecimpung di dunia pendidikan, penelitian dan ilmu pengetahuan)
  5. Pahlawan (Atlet dan Tim SAR)
  6. Orang Biasa (Pekerja dan fans)
6 klasifikasi masyarakat Indonesia

Semua yang disebutkan diatas memiliki cara masing-masing dalam berkontribusi dan berkarya demi menyumbang prestasi agar negara tercinta kita ini semakin maju. Sehingga jangan pernah berhenti untuk berjuang, ikuti passion dan apa yang kita cintai, lakukan dengan sepenuh jiwa dan hati. Kelak nanti jika keras kerasmu mulai memberikan dampak bagi orang lain, disitulah kamu akan sadar, kamu tidak hanya berjuang untuk diri sendiri namun juga memberikan dampak baik bagi nasib orang lain.

Data grafik pengembangan ekonomi kreatif

Kemudian beliau melanjutkan cerita pembangunan perjalanan tahun pertama, pemerintah telah membangun pondasi, lalu melakukan percepatan di tahun kedua, pada tahun ketiga ini, pemerataan sedang gencar dilakukan oleh pemerintah dan pada tahun ke empat masih terus menggencarkan pembangunan di sektor kreatif yang setiap tahun terus menerus naik. Beragam video dari Tim Komunikasi Presiden disajikan sebagai bukti adanya kemajuan yang ada di Indonesia. Banyaknya masyarakat Indonesia yang semakin berseri dan tersenyum terwujud dalam video tersebut.

Data perolehan medali Indonesia di Asian Para Games dan Asian Games

Tak hanya itu, Tim Komunikasi Presiden juga menyampaikan sisi lain dari semangat para atlit Asian Games dan Asian Para Games 2018 dan pembangunan Nawacita Presiden Jokowi. Kisah dan cerita tentang kehidupan sosok presiden dan lingkungannya terlihat dari video di channel tersebut. Salah satu video yang menarik adalah perubahan pembangunan yang signifikan pada era kepemimpinan Presiden Jokowi.

Data apresiasi untuk para atlet

Beliau juga menyebutkan data bahwa pengangguran sangat menurun drastis dari tahun 2017 ke 2018, yaitu berkurang 0,37%. Dan aku pribadi juga mengakui bahwa semakin kesini semakin banyak lapangan kerja dan satu orang bisa memiliki profesi yang banyak. Jadi asal kita usaha, aktif dan bekerja keras, juga tidak malas, banyak kok pekerjaan yang bisa dilakukan di sekitar kita.

Data grafik penurunan tingkat kemiskinan di Indonesia

Gimana dengan kerja kerasmu gaes? Sudahkah menjadi bagian dari insan kreatif yang berkontribusi membangun bangsa? Sebenarnya dengan sedikit niat dan gerakan baik, sangat berdampak bagi Indonesia, mulailah dari lingkungan kita sendiri, ajak mereka untuk lebih proaktif, produktif dan menghindari hal-hal negatif seperti berita hoax dan isu kebencian.

Sebab perilaku yang sehat diawali dari akal dan yang sehat pula. ๐Ÿ˜Š

Advertisements

13 thoughts on “4 Tahun Indonesia Kreatif, Kita Sudah Ikut Kontribusi Sejauh Apa?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s