Teror Sempak Sobek #KKNStory 

Gue bersyukur akhirnya salah satu keinginan gue buat live in di pelosok desa akhirnya kesampean. Sebab kecintaan gue sama keheningan tengah hutan dan suasana damai di desa udah gak bisa ditahan lagi meskipun terasa berat sebab harus LDR sementara ama si mas tunangan selama 3 minggu.

Hari pertama ini diawali kegiatan formalitas upacara lah serah terima lah dan blablabla kemudian kami berangkat ke lokasi kecamatan dengan naik bis kampus bagi yang cewe, dan bagi yang cowo naik motor.

Ceritanya langsung aja kami sampe di rumah lokasi kami tinggal. Setelah pembagian kamar, satu kamar cewe di isi 3 cewe dan satu kamar lain di isi 3 cowo, tiap kelompok ada 6 anggota, kami langsung bebersih badan dan menata isi koper ke lemari kamar, lalu Nike dan Vani, teman sekamar gue, istirahat rebahan diatas kasur, sedangkan gue ngobrol-curcol sama ibu tuan rumah, abis itu gue ke kamar mandi. 

Setelah gue keluar dari kamar mandi, disinilah awal cerita drama ini dimulai…

Saat masuk ke kamar, gue yang tadinya naruh hem hitam di atas pinggir tempat tidur tiba-tiba atasnya ada sebongkah sempak. Ya kan gue pikir kali aja sempak dari salah satu mereka temen sekamar yang berencana ke kamar mandi, yaudah gue santai aja terus lanjut bersihin muka.

TAPI 

Pas Nike tanya ke gue, “Mbak ini sempak siapa?”.

“Lah punya Vani kalik” jawab gue enteng.

Vani yang lagi main hape kaget, “Hah? Aku ga ngeluarin sempak ye”.

“Lah terus ini punya siapa?” Kata gue.

Terus hening.

“COBA DICEK!” kata Nike.

Terus gue reflek dong megang sempak itu, dijembreng. Ukurannya super jumbo, atasnya udah agak sobek-sobek (heran deh apa sebab, kali yang make fckhard banget gitu ya?), dan bagian tengahnya KUNING.

“Yakali sempak gue kek beginiii” kata gue.

Vani yang bodinya paling bongsor diantara kami juga bilang kalo ukuran dia gak segede itu. Kami sempet mikir apa dirumah ini ada yang bodinya sejumbo sempak ini. Tapi pas udah tanya tetep aja. Gak ada.

“Terus??”

Kami bertiga panik, takut bakal terjadi apa-apa, apalagi setelah denger cerita tentang warga setempat ada yang jago guna-guna. Apa deh. Akhirnya kami memutuskan untuk tenang dulu sambil menunggu momen yang tepat untuk tanya ke ibu tuan rumah.

Nah pas kita bertiga bubar dan melanjutkan kegiatan nata baju masing-masing. Tiba-tiba Vani narik-narik gue,

“Mbak, mbak, sini cepet sini tak bilangin”.

“Apa sii apaa??”

Dia nahan cekikikan gitu sambil bilang, “aku ada kabar baik nih..”

Nah kan gue kira kita bakal dapet uang saku lagi apa gimana ya kan hahaha.

“Etapi jangan marah ya mbak hihihi..”

“Apa tooo?”

“Hehe jadi gini.. itu koperku kan abis dipake sama adekku ke Bali minggu lalu..”

“Nah terus?”

“Nah temennya itu nitip celana dalem dia ke adekku pas abis pada renang. Pas aku tanya kok celananya sampe kayak gitu, katanya emang dia orangnya jorok gitu mbak…”

Gue diem.

Mengingat apa yang telah gue perbuat kepada sebongkah sempak ini tadi..

Gue pegang. 

Gue endus. 

Abis itu gue makan jajan astor.

Dengan tangan yang gue gunakan untuk menjembreng sang sempak.
Gue merasa sangat hina ternoda lahir dan batin.
Tapi setidaknya sempak ini bukan sempak kiriman orang yang ingin menyantet kami tiga cewe imut nan polos ini.

Ya. Begitulah.

Abis itu gue mandi 70 kali gebyuran plus keramas.

Biar soetji.

Advertisements

9 thoughts on “Teror Sempak Sobek #KKNStory 

Add yours

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: