Lalu Kenapa Bila Kita Berbeda? Toh Aku Tetap Cinta

Aku dengan Al-Qur’anku dan kamu dengan Al-Kitabmu. Bukankah keduanya sama-sama turun dari Firman Tuhan? Dan bukankah kita juga ciptaan Tuhan dan menyembah Tuhan meski sebutannya berbeda?

5842-pacaran-beda-agama

Telah lama aku menutup diri dari siapapun, mencegah semua kemungkinan perasaan cinta timbul dan menggigit hatiku lagi. Satu tahun sudah hari ini, cinta dan harapanku dihempas oleh dia yang dulu bersedia menjadi calon suamiku. Satu tahun sudah aku mematikan semua rasaku. Bangkit dari depresi dan segala rasa tekanan yang memaksaku bunuh diri. Siapapun tahu betapa kerasnya aku bertahan hidup melawan kesakitan mental ini.

Suatu hari aku bertemu denganmu, memulai segala obrolan prefiks, ternyata kamu mampu mengimbangi pembicaraanku. Segala macam pola pikir dan cerita hidup sudah ku kisahkan, dan lagi-lagi kamu yang paling paham dan kebetulan kita hampir mengalami hal yang sama.

Sampai aku tahu selisih usia kita 5 tahun kamu lebih muda.

Dengan bobot obrolan yang berat dan kamu mampu mengimbanginya, kamu benar-benar terlihat jauh lebih dewasa daripada laki-laki seumuranmu. Apalagi cerita tentang jeniusnya orang tuamu membuat aku semakin kagum sama kamu, sama segala kemampuanmu menyerap pengetahuan dan rasa pekamu pada lingkungan. Aku makin takjub ketika di parkiran Lawang Sewu kamu bisa tahu keberadaanku dan memanggilku padahal jarak kita cukup jauh dan orang tuaku pun heran denganmu.

Kamu dengan kemampuanmu bicara dan berpikir, dengan semangatmu menyelesaikan segala tanggung jawab siang-malam, kamu dengan pola pikir open-mind, kamu dengan tatapan yang selalu bikin aku tertawa tanpa alasan. Kamu mulai mengisi seluruh pikiran dan hatiku…

Sampai aku bertanya padamu, “Bedanya Kristen dan Katolik itu apa?”

Disitu kau tahu kita berbeda..

Namun kenapa? Shakira dengan Gerard Pique selisih 10 tahun dan mereka bahagia. Dan masih banyak contoh mereka yang menikah beda agama dan mereka bahagia? Kenapa? Karena kita ada di negara ini? Aku sepertinya perlu menjadi kaya raya agar cukup meminangmu dan membawamu ketempat yang bisa menerima kita dengan tenang dan damai.

Sungguh aku mencintaimu, bahkan sebelum kejadian itu terjadi. Aku mencintaimu karena aku yakin. Keyakinan itu datang begitu saja. Aku ingin kamu ada di setiap petualanganku bersama alam. Sehingga lengkap sudah hidupku jika berada di tempat yang aku sukai bersama orang yang aku cinta. Apapun caranya aku akan buktikan.

20170723_154655

Tapi..

“Aku juga pernah mencintai wanita berbeda agama, sama agamanya seperti kamu. Dia sempat membuat hidupku kacau karena aku terlalu mencintainya dan orang tuaku tidak merestui. Aku sebenarnya tidak masalah dengan agama. Namun orang tuaku berpesan, ‘Carilah yang seiman, kami tidak melarangmu pindah agama, tapi jangan karena wanita. Tapi kalo kamu tetap mencintai wanita berbeda agama, mending kamu kembali kepada mantanmu itu…”

Lantas aku bisa apa?

Paman malam

Sejenak kuberpejam

Lepas rasa mencengkram

Dari amuk ego seram

 

Ibu bumi peluk aku

Aku lelah dari segala uji

Karena manusia ada

Tanpa memberi rasa yang semestinya

 

Bicara pada Ayah Semesta

Bahwa aku punya cinta

Apa asa ini kan terukir jua

Atau hanya jadi sampah neraka

Bisakah sejenak kita melawan dunia?

Karena Tuhan menciptakan Cinta biar yang berbeda-beda bisa menyatu

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s

WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: